Kata Penutup




Akhirnya, setelah 12 episode panjang, "Godaan Making Love" selesai juga. Cerbung ini lahir dari keinginan sederhana: ingin menulis kisah cinta yang tidak instan, yang tumbuh pelan di tengah konflik nyata kehidupan—antara lingkungan dan pembangunan, antara idealisme dan kemanusiaan, antara godaan nafsu dan kesabaran menunggu halal.


Saya terinspirasi dari banyak cerita nyata di daerah-daerah sawit Sumatera Selatan: karyawan pendatang yang jauh dari keluarga, anak muda PNS yang ingin ubah dunia, warga desa yang khawatir sungai tercemar, dan tentu saja, cinta yang sering kali muncul di tempat paling tak terduga. 


Meski Kabupaten Gelumbang dan PT GML fiktif belaka (terinspirasi dari Kecamatan Gelumbang di Muara Enim serta wacana pemekarannya), saya harap pembaca merasa seperti sedang berada di sana—bau tanah sawit basah, deru mesin pabrik, aroma kolak saat buka puasa bersama, dan angin Lebaran yang membawa harapan baru.


Terima kasih banyak kepada semua pembaca yang setia mengikuti perjalanan Ucok dan Nyimas dari episode pertama sampai akhir. Kalian yang komentar, yang deg-degan bareng, yang haru bareng, yang membuat proses nulis ini jauh dari kesepian. Tanpa kalian, cerita ini hanya tinggal draft di notes hp.


Ramadan dan Lebaran jadi momen spesial buat saya saat menulis bagian akhir. Semoga cerita ini meninggalkan sedikit pesan: bahwa cinta yang paling indah sering kali adalah yang sabar menunggu, yang berani jujur, dan yang memilih jalan halal meski berliku.


Kalau suatu hari nanti ada Season 2 (setahun masa tunangan, Ucok buktikan diri, mungkin konflik baru muncul), saya harap kalian masih mau nemenin lagi ya.


Mohon maaf lahir batin kalau ada kekurangan dalam cerita ini.  


Terima kasih atas waktu, dukungan, dan cinta kalian untuk Ucok, Nyimas, dan seluruh penghuni Kabupaten Gelumbang fiktif ini.


Salam hangat dari penulis yang ikut haru saat mengetik kata "SEKIAN",


[Lolo]  

-----





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta di Bulan Suci

Pesona Yang Menggoda

PT Gelumbang Minyak Lestari