Postingan

Musuh Yang Memikat

Gambar
Selasa sore itu, di kendaraan SUV DLH yang parkir di SPBU, Andi tanya kenapa tidak langsung segel saja. Nyimas jawab sesuai prosedur. Andi bilang dia khawatir Nyimas capek mondar-mandir. Rina masuk dari toilet, perjalanan dilanjutkan. Di gerbang GML, Amir, Ucok, dan Tono bahas ancaman segel. Mobil manajer tiba. Harahap muncul, suruh Ucok dan Tono menghadap Soleh—manajer 47 tahun bermata tegas dan kacamata tebal. Ruang manajer tegang. Soleh gusar. “Kalian cuma debat? Harusnya mediasi!” Ucok tertunduk. “Maaf, Pak. Saya baru, panik.” Harahap bela ponakannya. Soleh suruh Ucok dan Tono keluar dulu. Di ALUN-ALUN GELUMBANG berdiri asri kantor DLH dengan slogan hijau. Di ruang meeting, Rina dan Andi berkemas. Rina goda Andi soal perasaan ke Nyimas. Andi akui suka, tapi ragu nyatakan. Rina janji merahasiakan dari Nyimas, biar Andi nyatakan sendiri perasaannya. Di ruangan kecil Nyimas, Rina masuk. “Masih melamun mikirin pemuda baik hati di minimarket itu?” Nyimas tersipu. “Dak tau kenapo, Rin. ...

Cewek Body Goals

Gambar
Hari Minggu, sebuah bus ALS melaju pelan melintasi Jembatan Ampera di Palembang. Di dalam bus yang penuh sesak, Ucok—pemuda Batak 26 tahun bermata sipit tegas dan rahang kuat—duduk di bangku belakang. Rambutnya acak-acakan, kaos oblong kusut, tas ransel tergeletak di pangkuan. Perjalanan panjang dari Medan membuatnya lelah. Sopir bersenandung “Badai Pasti Berlalu”, kenek berteriak memanggil penumpang tambahan, sementara penumpang lain sibuk dengan ponsel atau tidur. Ucok menatap keluar jendela. Pikirannya melayang ke masa lalu: lulus teknik mesin, 3 tahun kerja di perusahaan distribusi Medan, lalu tiba-tiba di-PHK tanpa pesangon jelas. “Keras kali hidup ini,” gumamnya dalam hati. Bus berhenti di pinggir jalan lintas, hamparan sawit hijau membentang luas. Ucok turun, debu jalan mengepul. Pamannya, Harahap—pria tambun berusia 50 tahun dengan kumis tebal—sudah menunggu dengan motor kopling. “Hei, Cok! Sampe juga kau di KABUPATEN GELUMBANG ini!” Harahap memeluk keponakannya. “Iya, Tulang. ...

PT Gelumbang Minyak Lestari

Gambar
PT Gelumbang Minyak Lestari (disingkat GML) adalah perusahaan sepenuhnya fiktif yang diciptakan sebagai setting utama dalam cerbung "Godaan Making Love" (12 episode). Tidak ada perusahaan dengan nama seperti ini di dunia nyata, meskipun inspirasinya jelas diambil dari banyak pabrik minyak goreng (refinery). GML dirancang dengan detail realistis untuk mendukung alur cerita: konflik lingkungan vs ekonomi, kehidupan karyawan pendatang, dan romansa yang tumbuh di tengah tekanan kerja sehari-hari. GML digambarkan sebagai pabrik minyak goreng yang sedang berkembang di Kabupaten Gelumbang (kabupaten ini juga fiktif). Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari grup besar terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), tapi induknya mengalami ekuitas negatif—kondisi keuangan yang membuat GML belum optimal dalam operasional. Akibatnya, gaji karyawan relatif kecil, tapi pabrik sedang ekspansi hilirisasi: mengolah CPO menjadi produk akhir seperti MINYAK GORENG KEMASAN BERMEREK " PILA...

Godaan Making Love

Gambar
Di tengah hamparan sawit hijau Kabupaten Gelumbang, Sumatera Selatan, sebuah pabrik minyak kelapa sawit baru, PT Gelumbang Minyak Lestari (GML), menjadi pusat cerita yang penuh warna. Ucok, pemuda Batak berusia 26 tahun asal Medan, tiba di sana dengan ransel kusut dan hati penuh harap setelah di-PHK mendadak dari pekerjaan lamanya. Dengan bantuan pamannya, Harahap, yang sudah lebih dulu bekerja di pabrik itu, Ucok mulai hidup baru sebagai staf humas di mess karyawan sederhana. Di sisi lain, Nyimas, gadis Palembang berusia 22 tahun, fresh graduate yang baru saja menjadi PNS di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gelumbang, menjalani hari-harinya dengan idealisme tinggi. Bersama timnya—Andi dan Rina—ia sering melakukan inspeksi mendadak ke berbagai perusahaan, termasuk GML, karena laporan warga tentang limbah yang mencemari sungai. Pertemuan pertama Ucok dan Nyimas terjadi secara tak sengaja di sebuah minimarket kecil di Kecamatan Lembak. Nyimas yang buru-buru meminta tukar antrian, dan Uco...